Stone Garden Padalarang

Huba, hubaaa..

Ada yang tahu tentang Stone Garden di desa Gunung Masigit, Padalarang? Tunjuk tangannnn… Udah pernah kesana belumm?

Q             :               Stone Garden tu apa sih Yan?

A             :               Taman Batu.

Q             :               Masa sih Yannnnn… (Sambil lemparin pake batu karang)

Hehehe.. Stone Garden ini merupakan suatu komplek tanah (bukit) yang di dalamnya terdapat bebatuan yang tidak tersusun dengan teratur atau kalau kata orang Paris, paburatak. Batu-batunya sendiri mirip dengan batu karang yang ada di laut atau pantai. Stone Garden ini terletak pada dataran yang lebih tinggi dari sekitarnya sehingga memungkinkan kita untuk melihat pemandangan daerah sekitarnya. Ketinggian puncak Stone Garden sendiri adalah 907 mdpl.

Yan bisa dibilang lumayan sering kesini. Pertama kali kesini itu tahun 2012 sekalian ke Goa Pawon. Jadi ke Goa Pawon dulu, baru hiking ke atas ngelewatin semak, dan kebun orang. Waktu itu belum rame, belum keurus, jadi jalurnya suka-suka kita, cari sendiri, dan ilalang di Stone Gardennya masih tinggi-tinggi, ga ada yg jualan dan toilet. Walaupun ga keurus Yan suka aja di situ, dan pemandangannya masih alami.

P_20160218_133056

Lanjut-lanjut, mari kembali ke masa sekarang. Stone Garden sekarang diurus oleh masyarakat desa sekitar Stone Garden. Udah ada tempat parkir, warung-warung beserta es kelapa mudanya yang menggoda, toilet yang lumayan bersih, dengan retribusi tiket masuk yang hanya sebesar Rp. 5000,00.

Kalau mau ke Stone Garden gampang kok, mau pakai kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum juga bisa. Pakai kendaraan pribadi dari Bandung ke arah Padalarang, lanjut ke arah Citatah nah, nanti ketemu Masjid Al Ikhlas di belokan jalan sebelah kanan dan pohon gede di tepi jalan. Dari tepi jalan itu terus ngikutin jalan berbatu, setelah pabrik nanti ada simpang tiga, belok ke kanan. Kalau takut nyasar, jangan malu-malu bertanya sama warga sekitar ya, nyaris semua udah pada tahu kok daerah Stone Garden.

Nah, bagi kamu yang menggunakan kendaraan umum dari Bandung, yuk jalan-jalan pakai kereta api aja, bebas macet. Jadi, kamu ke stasiun (ya iyalah stasiun, Yan, masa bandaraaaa), hehehe. Serius ini, ke stasiun, nah ada tiga pilihan, mau Stasiun Bandung atau Stasiun Kiara Condong ataupun Stasiun Cikudapateuh, terserah pilih yang mana pokoknya yang terdekat aja. Oh iya, khusus Stasiun Bandung, kamu datangnya ke Stasiun Bandung yang di Jalan Stasiun Barat alias yang dekat Pasar Baru. Beli tiket kereta, lalu tunggu keretanya datang. Nah kan, jadi inget lagu kereta apiku ciptaannya Opa Abdullah Totong Mahmud, pada tahu kan lagunyaaaa?

Naik kereta api, tut, tut, tut…” (Fokus, Iannn, fokusss)

Ok, setelah naik kereta api, nanti turun di stasiun pemberhentian terakhir yaitu St. Padalarang, eh, jangan salah beli tiket ya, pastiin kamu beli tiket kereta api Cicalengka-Padalarang, bukan Padalarang-Cicalengka. Jauh itu, mass.. Nah perjalanan dari Stasiun Bandung ini cuma memakan waktu 15-20 menit saja, cepat kan? Terus kereta api ekonomi juga sekarang udah pakai AC, jadi ga usah takut kevanasan, ada colokan juga, lumayan dipakai ngecas handphone kamu buat bekal foto-foto nanti di Stone Garden. Hohoho.. Oh iya, pas naik jangan berebutan ya, dahulukan yang turun dan orang tua, kalau emang ga dapat tempat duduk ya yang sabar aja, masa ga kuat berdiri bentar? Hehehe..

Setelah berhenti di St. Padalarang, keluar stasiun ke arah kanan, dan jalan dikit buat naik angkot Rajamandala, angkotnya warna kuning dan identik dengan pintu belakang, jadi jangan salah naik ya. Soalnya ada angkot lain juga disana yang warna kuning juga. Nanti bilang aja ke mamang angkotnya ke Stone Garden, angkotnya bayar Rp. 4000,- saja (Harga dapat berubah sewaktu-waktu), setelah diturunin nanti nyebrang dan jalan ke arah jalan berbatu deket masjid Al Ikhlas. Dari simpang itu juga ada ojek kok, kalau kamu mau naik ojek silahkan, tapi kalau mau jalan juga ga masalah, ga jauh kok. Setelah sampai pintu masuk nanti diarahin kok ke arah tempat bayar tiket, dan selamat menikmati Stone Garden.

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  1. Bawa duit.
  2. Pakai pakaian yang nyaman, berhubung disana gerah apalagi di siang hari, sebisa mungkin pakai yang menyerap keringat.
  3. Pakai alas kaki yang nyaman, seperti sepatu atau sendal gunung/jepit, karena bakalan licin dan setelah hujan jalannya bakalan lebih licin plus becek. Nah, kalau mau foto-foto pakai heels gitu mending pakainya nanti di atas di spot foto, ga lucu kalau kamu keseleo disana. Lucu sih, hahahaha.
  4. Bawa air minum yang cukup, karena di puncaknya ga ada yang jualan, cuma ada di bawah yang jualan.
  5. Tuntaskan hajat alamiah di toilet sebelum mulai naik, soalnya toilet di bawah aja yang bersih dan keurus.
  6. Hati-hati saat berfoto-foto ria, jangan sampai karena pengen dapat foto yang anti mainstream kamu malah jadi celaka, ingat, safety first.
  7. Bawa makanan seperti camilan atau makanan berat juga boleh, biar ga kelaparan di atas.
  8. Sampah bawa turun, jangan nyampah dan jadi MANUSIA SAMPAH!
  9. Hati-hati dengan barang bawaan karena kadang ada kawanan monyet yang berkeliaran nyari makan dan ngambil barang-barang kamu, entah itu monyet pakai baju atau ga. WASPADALAH, WASPADALAH! (gaya bang Napi)

P_20160120_085928

Stone Garden memang semakin mendapat perhatian dari masyarakat luas, ga cuma masyarakat Bandung dan sekitarnya aja yang main kesini, banyak yang dari luar daerah juga, tapi sayangnya kawasan karst di sekitarnya juga mendapat perhatian yang makin besar dari penambang batu. Kamu bakal ngeliat kalau langit disana susah banget birunya karena asap pabrik atau pembakaran batu kapur di sekitar Stone Garden. Sayang banget ya?

Sekian curhatan jalan-jalan ke Stone Gardennya, kalau ada yang mau ditanyain jangan sungkan buat ngomen yaaa.. 