Gunung Putri pas Gerhana Matahari

DSC03497

Hollaaa..

Ian jalan-jalan lagiiii (skripsi apa kabar Yannn, hahaha). Ga jauh-jauh amat kok dari Kota Bandung, yaitu di daerah Lembang, tepatnya ke Gunung Putri. Gunung Putri ini memiliki ketinggian 1587 mdpl. Gunung putri cocok untuk teman-teman yang ga punya waktu dan duit banyak tapi pengen naik gunung.

Untuk akses ke Gunung Putri sendiri itu yang Yan tahu ada 2, via Jayagiri atau Cikole (eh udah masuk Cikole belum ya? Udah kali, Yan agak ragu). Berhubung Yan cuma pernah via Cikole jadi Yan ga bisa cerita tentang via Jayagiri. Nah, buat yang mau naik kendaraan umum, dari Bandung bisa naik angkot Stasiun Hall-Lembang menuju Lembang, sesampainya di Lembang lanjut dengan angkot Cikole warna Kuning Oren, patokannya itu simpang kecil setelah hotel Augusta di sebelah kiri, bilang aja ke mamang angkotnya turun di simpang Gunung Putri, terus dari simpang itu kalau mau jalan ke atas, silahkan, kalau mau naik ojek juga rapopo. Kalau jalan kaki bisa memakan waktu 1-3 (?) jam dengan tenaga ecek-ecek macam Yan yang tiap bentar istirahat, hahaha. Untuk yang pakai kendaraan pribadi, dari Bandung terus ke Lembang, kalau ga tahu daerah Cikole, ikutin aja jalur menuju Tangkuban Perahu/ Subang, ga jauh dari Lembang nemu patokan di atas, silahkan ikutin jalan dari simpang tadi. Cuma ada satu jalan dan lumayan kecil jadi harus hati-hati yaa. Nah, nanti setelah jalan aspal itu ada jalan berbatu dan ga jauh dari sana ada warung tempat nitipin motor dan helm juga pos tempat bayar distribusi. Disini pastikan kebutuhan buat di puncak nanti ga ada yang ketinggalan kayak air minum dan makanan, kalau ada yang kurang tinggal beli di warungnya, tapi ga tahu deh mereka menyediakan pasangan buat yang jomblo apa ga, heulll..

Lanjut-lanjut, untuk ke puncak dari warung ini bisa makan waktu sekitar 45 menit sampai 2 jam, tergantung yang naiknya sih. Berhubung kita bakal ngelewatin kebun orang, jadi hati-hati, jangan sampai ngerusak apalagi nyolong tanaman orang yaaa, hehehe. Terus kalau pas atau habis hujan harus banget hati-hati karena jalanannya cukup licin atau pijakannya ga terlalu kuat dan bisa jatuh. Kalau malam hari jangan lupa bawa senter, karena belum ada bantuan penerangan menuju puncak (bahkan cinta abang ke adek aja ga cukup menerangi jalannya bang, ga cukupppp). Oh iya, jangan lupa nikmati proses pendakiannya ya, jangan terlalu tergesa-gesa untuk sampai puncak, di pagi/siang hari kalian bisa menikmati pemandangan kebun tomat, sawi ataupun pemandangan daerah di bawah Gunung Putri beserta gunung-gunung lainnya. Kalau malam, liat pemandangan city night dan kalau beruntung ketemu kunang-kunang. Kalau capek, ya istirahat dulu, puncaknya ga bakal lari kok, hehehe. Kalau sakit, jangan memaksakan diri, di atas soalnya belum ada klinik atau rumah sakit dengan dokter muda ganteng (atau cantik) dan single macam di drama-drama Korea, hohoho.

Ian baru dua kali sih ke Gunung Putri untuk camping, tapi dua-duanya memiliki pengalaman camping yang berbeda. Bedanya apa aja?

Ady11
Tenda Tetangga, hohoho
Ady4
Penampakan Area Camping dari Puncak gunung Putri.

Kalau camping kali ini lebih nyaman untuk beberapa hal sih terutama buat cemilan, karena di area campingnya udah ada warung walaupun cuma ada satu tapi disini menyediakan minuman dan gorengan seperti bala-bala (bakwan), gehu pedas (tahu isi toge pake cabe dalamnya) dan lain-lain. Terus, kalau dulu masih boleh camping di puncak gunung putrinya, sekarang udah dilarang dan harus di area camping di bawah puncak tapi tetap ada yang bandel sih, padahal puncak sama area camping-nya deket banget, kalau mau turun ngegelinding juga nyampe. Huhh..

DSC03434
Tuh, ada yang nenda di puncak, bandel ya?

Area camping-nya bisa dibilang lumayan kok, walau belum nemu tempat yang datar-datar amat kayak di puncak tapi kalau ada disini lebih nyaman terutama saat angin kencang dan hujan, karena masih ada pohon pinusnya, kalau mau nge-hammock disini juga bisa lho. Ga enaknya camping yang terbaru ini adalah adanya pungutan-pungutan, ya sebenarnya ga terlalu besar dan ga masalah sih, cuma mbok ya yang jelas gitu, ada pungutan masuk tapi jalannya makin hancur dibanding dulu, di atas buat yang camping juga ada pungutan kebersihan, hmmm, lumayan bersih dan ngasihnya pun terserah kita berapa. Kekurangan di Gunung Putri masih terkait dengan air bersih, kalau buat minum dan masak sih mending tetap bawa dari bawah dan kalau air buat cuci-cucian gitu di warung area camping ini menyediakan air dalam botol kemasan 1,5 liter dengan harga Rp. 2500,-. Oh iya, di belakang warung ini ada toilet free juga tapi jangan ditanyakan kebersihannya (mau ngarep apa sih Yannn) dan ga ada airnya, ya airnya itu dibeli di warung tadi.

DSC03476

Di puncak Gunung Putri ini ada Tugu Sespim dan rame banget biasanya pada pagi dan menjelang siang hari. Pemandangan di Gunung Putri ini mau pagi, siang, malam tetap keren lho. Siang hari, walaupun agak panas dan terik kita bisa lihat pemandangan daerah sekitar gunung putri kayak Lembang, Maribaya, Cikole, Patahan Lembang, gunung-gunung dan hutan pinus.

Ady6

Ady7
Five Billion Stars Hotel …:)

 

 

Ady2Ady1

Di malam hari Gunung Putri akan membuat kamu terpesona dengan pemandangan city night dan langit berbintangnya, kalau beruntung bisa lihat milky way juga disini, romantis banget kannnn? Hehehe..

ady8

Kalau di pagi hari jangan malas buat bangun subuh karena sunrise disini bisa bikin senyum-senyum sendiri dan ga berhenti motret, dengan daerah Cikole dan sebuah gunung sebagai latar utama munculnya mentari pagi, dijamin ga bakal nyesel buat bangun subuh.

Tapi kalau kelewat nih sunrisenya masih bisa merasakan sensasi negeri di atas awan, hehehe.

DSC03502
Fokus pada pemandangan di belakang mbak-mbak berjaket abu-abu itu, jangan sama si mbaknya.. 😀

 

 

Nah, berhubung Yan kesini sekalian lihat gerhana, jadi lumayan komplit pengalamannya kali ini, camping, malam berbintang, sunrise, negeri di atas awan dan gerhana matahari total. Ga sedikit lho orang yang datang ke Gunung Putri buat lihat GMT ini, jadi rame banget di puncaknya. Ramenya itu sama yang mau lihat trus ajak sekeluarga, sama pacar juga ada, mamang-mamang fotografer, dan anak-anak muda. Jadi tuh ya, Yan kan camping malam, nah pas subuh mamang-mamang fotografer dari HFB itu nyusul jam 3 berangkat dari Ledeng dan sampai pas subuh lah kira-kira. Ga lama kannn. Banyak kok yang datang sengaja kesini pas jam menjelang subuh untuk lihat sunrise-nya, ga harus nenda juga.

 

ady10
Yang nonton tampak dari (sedikit bawah) depan.

 

 

Alhamdulillah, kelihatan GMTnya walaupun awalnya si matahari malu-malu menampakkan diri dan bersembunyi di balik awan. Hehehe.. Tapi ya, Yan kan motonya pake filter, malah kelihatan kayak bulan sabit jadinya, Hehehe..

DSC03483
Bulan sabit, eh, gerhana matahari menuju total maksudnya.
DSC03470
Penampakan penonton dari belakang.

Sekian catatan perjalanan Yan kali ini, oh iya, sekedar mengingatkan, datang kesini kalau bisa cek cuaca dulu, sama sebisa mungkin sampahnya dibawa turun aja, ga ada ruginya kan menjaga kebersihan tempat yang kita datangi.

Selamat berkunjung ke Gunung Putri..

^0^

Iklan